Selasa, 29 September 2015

kodifikasi al-qur'an


                                            oleh:solihin munthe




   Ketika umat islam kehilangan lebih 70 orang yang gugur diperang melawan para pembangkang.Umar bin khattab merasa khawatir kehilangan al-qur'an.Beliau mengusulkan kepada abu bakar untuk membukukan al-qur'an.pada awalnya khalifah abu bakar as-siddiq menolaknya karena nabi muhammad s.a.w tidak pernah menyuruhnya.Tapi setelah mendapat penjelasan dari umar bin khattab abu bakar menerimanya.Abu bakar menunjuk zaid bin tsabit sebagai pemimpin pengumpulan.

   Setelah pengumpulan ayat-ayat al-qur'an  selesai.Mushaf disimpan khlifah abu bakar as-siddiq.Setealah abu bakar as-siddiq meninggal dunia,mushaf tersebut disimpan oleh hafsah bin umar,putri umar bin umar bin khattab dan salah seorang istri rasullah s.a.w.

   Setelah al-qur'an dikumpulkan menjadi satu mushaf.Tidak memiliki sesuatu kecuali hanya tulisan arab yang tersusun,kata-katanya yang indah tanpa baris dan lain sebagainya.

   Pada zaman sekarang manusia hanya tinggal baca dan menghafalnya.Manusia pada zaman sekarang tidak mengetahui perjuangan zaman dahulu hanya untuk mempejuangkan al-qur'an mereka rela mempertarukan diri mereka demi al-qur'an.

   Pada zaman kekhalifahan usman bin affan al-qur'an itu tidak berisikan apapun kecuali hanya tulisan arab yang tersusun rapi.Al-qur'an pada saat itu tidak memiliki baris,usmanlah yang membarisi al-qur'an dengan baik dan teliti.Khalifah usman bin affan melakukan itu semua bukan karna dirinya sendiri melainkan untuk umat nabi muhammd s.a.w yang akan datang.

   Andaikata al-qur'an pada zaman sekarang tidak memiliki baris,tasjid,sukun mampukah pada zaman sekarang manusia membacanya.

   Karna akibat perjuangan khalifah terdahulu al-qur'an sampai sekarang masih utuh dan mayoritasnya terjaga. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar